Thursday, April 10, 2014

Pesan seorang ayah...

SEBAGAI generasi muda, perlu memikirkan negeri ini agar tidak jatuh di tangan orang yang tidak memiliki asas tauhid yang kuat.


Ini penting sebagai kayu ukur bagi suatu sistem pendidikan yang mampu memberi pengaruh kepada ibu bapa serta  anak di alam persekolahan.

Kisah Luqman Al Hakim dengan wasiatnya mampu menjadi rujukan buat ibu bapa dalam mendidik anak.

�Sesungguhnya, Kami berikan hikmah kepada Luqman, iaitu , �Bersyukurlah kepada ALLAH! Sesiapa bersyukur (kepada ALLAH, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan sesiapa tidak bersyukur (kufur), sesungguhnya ALLAH Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.� (Surah Luqman:12)

Luqman hanyalah orang biasa dan bukan Nabi yang menyampaikan risalah. Tetapi orang biasa ini disebut namanya oleh ALLAH SWT kerana memiliki tauladan yang harus dicontohi ibu bapa.

�Sesungguhnya, Kami berikan hikmah...�  Apa itu hikmah? Ada orang berilmu tetapi tidak diberi hikmah. Namun, orang yang diberi hikmah sudah pasti berilmu. Hikmah ertinya orang yang diberikan ALLAH SWT ilmu bermanfaat untuk dia dan orang sekitarnya.

Manfaat itu adalah dalam bentuk amal soleh. Ciri-ciri orang yang mendapat hikmah adalah banyak bersyukur. Bersyukur boleh membentuk menilai diri.

Selanjutnya adalah berfikir akan hikmah di sebalik yang berlaku. Barangkali ALLAH SWT ingin memberi sesuatu yang mungkin kita rasakan tidak bermanfaat tetapi mempunyai hikmah yang besar di sebaliknya buat kita.

�Sesiapa bersyukur (kepada ALLAH, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri...� (Surah An-Naml: 40)

Suatu hari Daud AS bertanya kepada ALLAH SWT, �Ya ALLAH, bagaimana caranya bersyukur lagi padahal aku boleh bersyukur kerana Engkau yang memberi inspirasi kepada ku agar aku mampu bersyukur dan bagi ku diberi inspirasi untuk bersyukur adalah kesyukuran besar buat ku.�

Ketika kamu bertaubat atas dosa mu, ini kerana ALLAH SWT sudah ampunkan sebelum kamu bertaubat. Sehingga tergeraklah hati mu untuk bertaubat. Dari mana rasa taubat itu datang?

Kerana kamu tahu kamu melakukan kesalahan. Kalau orang tidak tahu dirinya salah maka pasti dia tidak ingin bertaubat, bukan? Jadi dimampukan untuk bertaubat atau dimampukan untuk bersyukur itu kerana ALLAH SWT yang memberikan nikmat.

Berbakti kepada ibu bapa adalah bentuk rasa syukur kepada ALLAH SWT. Ibu bapa adalah tempatnya untuk dihormati dan ditaati selama tidak bertentangan dengan ALLAH SWT.

Komunikasi dalam keluarga

�Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, sewaktu dia memberi pengajaran kepadanya, �Wahai anak ku! Janganlah engkau menyekutukan ALLAH, sesungguhnya mempersekutukan (ALLAH) itu adalah benar-benar kezaliman yang besar.� (Surah Luqman:13).

Apakah bezanya antara kafir dan musyrik? Kafir itu adalah mengingkari ALLAH SWT dan menyembah yang lain selain ALLAH SWT. Musyrik pula menyembah ALLAH SWT tetapi pada masa sama juga menyembah yang lain selain ALLAH SWT. Bentuk penyembahan itu boleh dicerminkan dalam rasa cinta, takut, harap, dan juga rasa pasrah.

Jika ada manusia mencintai manusia lain lebih daripada cintanya kepada ALLAH SWT, itu boleh dikatakan musyrik. Begitu juga manusia yang takut kepada manusia lain melebihi rasa takutnya kepada ALLAH SWT. Dan yang berharap kepada manusia lainnya melebihi rasa harapnya kepada ALLAH SWT.

�Sesungguhnya sesiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) ALLAH, maka sesungguhnya, ALLAH mengharamkan syurga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang zalim itu.� (Surah Al-Ma�idah: 72).

�Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya mengandungkannya dalam keadaan lemah yang tersangat-sangat, dan menyapihnya ketika usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tua mu. Hanya kepada Aku kembalimu.� (Surah Luqman:14)

Mengapa harus berbakti kepada ibu bapa? Kerana tanpa rahim ibu, kita tidak mungkin ada di sini hingga sampai saat ini. Kerana tanpa ayah, kita pun tidak akan jadi seperti ini. Atas dasar itu semua, sebetulnya berbakti kepada ibu bapa adalah bentuk rasa syukur kita kepada ALLAH SWT.

Melalui ibu bapalah, ALLAH SWT memberikan dan mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita. Tetapi, bagaimana keadaannya jika ibu bapa mengajak kepada kebatilan?

�Dan jika keduanya memaksa mu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu, maka janganlah engkau mentaati keduanya, tetapi layanlah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Hanya kepada-Ku tempat kembali mu, maka akan aku khabarkan kepada mu apa yang telah kamu kerjakan.� (Surah Luqman:15).

�(Luqman berkata), �Wahai anakku! Sesungguhnya, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, nescaya ALLAH memberinya (balasan). Sesungguhnya ALLAH Maha Halus, lagi Maha Teliti.� (Surah Luqman: 16)

Halus di sini bermaksud ilmu ALLAH SWT yang meliputi segala sesuatu bahkan yang sangat kecil dan tidak terlihat sekalipun. Maksudnya, jika ingin berbuat jahat, bermaksiat, berdusta, berzina, janganlah melakukan di tempat yang ALLAH tidak dapat melihat. Ini tidak mungkin.

Oleh itu, walau sekecil mana dosa yang dilakukan semua itu menjadi tanggungjawab kita di hadapan ALLAH SWT. Kita tidak akan pernah lepas daripada pandangan ALLAH SWT. Dalam ayat ini, kita haruslah mempunyai suatu perasaan yakni kita sentiasa diawasi oleh-Nya.

�Wahai anakku! Laksanakanlah solat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) daripada yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa mu, sesungguhnya yang demikian itu, termasuk perkara penting.� (Surah Luqman: 17)

Tiga pesanan hikmah yang ada di dalam ayat ini ialah mendirikan solat, mengerjakan amar makruf dan mencegah kemungkaran kemudian bersabarlah.

�Dan janganlah kamu memalingkan wajah mu daripada manusia (kerana sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya, ALLAH tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.� (Surah Luqman: 18)

�Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suara mu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keldai.� (Surah Luqman: 19)

Ayat di atas dapat disimpulkan nilai-nilai yang ditanam Luqman kepada anaknya iaitu jangan menyekutukan ALLAH SWT, berbakti kepada ibi bapa, berasa ALLAH SWT melihat gerak tingkah kita, mendirikan solat, berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran, sabar, berakhlak mulia, tidak sombong dan bersederhana ketika berjalan.

Hikmah dari nasihat Luqman

Bersyukurlah atas kurnia ALLAH SWT dan hormatilah kedua ibu bapa kita. Ketika masih kecil, kita takut akan kehilangan kasih sayang seorang ibu.

Ketika itu, kita pernah memecahkan pasu bunga kesayangan ibu kemudian kita takut dan menangis. Kita lantas memeluk ibu kita. Mengapa? Kerana ketika itu kita tidak mahu kehilangan kasih sayang ibu.

Tetapi, apabila kita sudah dewasa, kita sudah menjadi orang yang bodoh. Berapa ramai antara kita yang menuduh ibu kita jahat dam menghinanya?

Padahal, ketika kita kecil dulu apabila dimarahi ibu, kita lantas memeluk ibu.

Kedua ibu bapa kita adalah perantara daripada ALLAH SWT untuk kita di dunia ini. Mereka adalah perantara yang paling jelas sebagai bentuk kasih sayang ALLAH SWT kepada kita. Mereka mewakili kebaikan ALLAH SWT dengan semua sifat-Nya.

Jika kita melihat ibu bapa kita, sebenarnya kita sedang melihat keagungan ALLAH SWT.

"Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya, ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun (dengan yang demikian) bersyukurlah kepada Ku dan kepada kedua ibubapa mu dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan). " (Surah Luqman: 14)

Bersyukurlah kepada ALLAH SWT dengan beribadah dan tidak mensyirikkan-Nya. Dan bersyukurlah kepada ibu bapa mu dengan cara hormat, berbakti dan tidak menyakiti.

sumber:
http://www.sinarharian.com.my

Tahukah Anda? Sembilan Rahasia Yahudi yang Tak Diketahui Dunia

Kita tahu saat ini bangsa Yahudi menguasai dunia, bahkan ada teori konspirasi Illuminati, suatu cara bangsa Yahudi menguasai dunia. Seperti kita ketahui juga ada banyak hal di dunia ini yang tampaknya begitu misteri, namun sudah menjadi gaya hidup dan namun remeh di sekeliling kita.


1. Bahaya Rokok
Bangsa Yahudi pemilik pabrik rokok terbesar di dunia. Bangsa Yahudi tidak merokok, mereka tahu bahaya merokok jadi harga rokok dibuat sangat mahal. Di New York, Amerika Serikat harga rokok per bungkusnya $ 12. Itu setara Rp 108.000 bila harga dollar 9.000 rupiah.
Bila pasar Yahudi enggan membeli rokok karena mahal, lantas dijual kemana rokoknya? Tentu saja ke negara-negara Muslim. Misalnya Indonesia. Merokok dapat membuat otak tumpul dan bodoh, dan di Indonesia rokok dijual di samping sekolah. Lihat saja warung kaki lima di sebelah sekolah Anda, jual rokok? Bangsa Yahudi makin pintar karena tak merokok, dan umat muslim semakin bodoh karena lebih memilih membeli rokok ketimbang menabung atau melakukan investasi cerdas lainnya.

2. Bahaya Vaksin Dan Obat Modern
Yahudi jago membuat vaksin dan obat modern lainnya, tapi tahukah Anda? Rakyat Israel tidak berobat menggunakan vaksin dan obat- obatan modern, mereka tahu obat yang mengandung bahan kimia tidak bagus untuk kesehatan. Karena itu masyarakat Israel memilih obat- obatan alami, misalnya coba tebak, Habbatus Sauda! Sungguh ironi, pengobatan alami sunah rasul digunakan sebagai pengobatan sehari-hari rakyat Israel, namun umat Islam lebih percaya dengan obat kimia yang katanya modern itu. Belum lagi beberapa vaksin mengandung babi.

3. Hubungan Ibu Dan Calon Bayinya
Wanita Yahudi ketika mengandung, akan mendengar suami membaca, menyanyi atau mereka akan menyelesaikan masalah matematika bersama-sama. Tujuannya untuk mendapatkan bayi yang bijak dan pintar, karena pikiran dan perasaan si ibu berkesinambungan dengan sang anak. Ketika si anak lahir, sang ibu menyusui sendiri anaknya. Bagaimana dengan umat Islam? Saat ini banyak ibu yang memilih menggunakan susu pabrik ketimbang ASI untuk bayinya.

4. Mengganti Kafein berbahaya
Bangsa Yahudi tahu itu. McDonald di Israel mengganti kopi berkafein dengan teh yang mengandungi polyphenols. Polyphenols berguna sebagai antioksidan memperbaiki sel rusak dan mencegah kanker. Sedang umat Islam masih terpedaya dengan kafein berbahaya.

5. Makan Buah Sebagai Makanan Pembuka
Di Israel mereka mendahulukan makan buah terlebih dahulu sebelum memakan makan utama. Mereka tahu kalau mereka makan makanan utama terlebih dahulu (misalnya nasi atau roti), maka mereka akan mengantuk, lemah dan payah. Sungguh kombinasi yang tidak produktif untuk belajar dan bekerja. Bagaimana dengan umat Islam? Lagi-lagi mereka terpedaya. Masyarakat muslim lebih percaya untuk memakan buah sebagai makanan penutup. Pantas jadi suka mengantuk.

6. Penggalian Masjid Al Aqsha dan Qubah Shakhrah
Sejak 50 tahun lalu, Israel melakukan penggalian bawah tanah. Israel menginginkan Masjid Al Aqsha dan Qubah Shakhrah runtuh dengan sendirinya.

7. Penipuan Sejarah Israel memanipulasi fakta sejarah dengan mengatakan negara-negara Arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967.
Padahal faktanya, Israel yang menyerang negara-negara Arab terlebih dahulu kemudian mereka merebut kota Al Quds dan Tepi Barat. Tetapi mereka mengatakan serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan antisipasi?

8. Umat Muslim Dan Kristen Bersatu
Di Palestina, umat muslim dan umat kristen bersatu melawan penjajahan zionis.

9. Wajib Militer
Para pelajar Israel diwajibkan ikut wajib militer dan dilatih taktik ketentaraan seperti menembak dan memanah.
 
sumber:
http://www.knrp.org (110414)