Sunday, March 25, 2012

putih itupun memudar

Selama ini, aku begitu senang, nyaman dan tertarik dengan leksikal-leksikal seperti CANTIK, TAMPAN, BERSIH, PUTIH, BENING DE EL EL yang sama dengannya hahahaha lebaydotcom. Tapi, lama-kelamaan aku tahu sendiri setiap leksikal itu punya makna yang tersendiri baik makna utama maupun makna  pinggirannya. Apalagi kalau sudah dilarikan dengan ilmu Semantik yang memang teori dari pelarian objek tersebut. Pandanganku, tidak selamanya cantik itu 'bersih', belum tentu tepat yang bersih itu tampan dan tidak salah juga jika putihpun memudar sesuai dengan tingkatannya.

Entahlah....
Tapi inilah kabut yang tersembunyi dan menyelimuti hati
Sesuatu yang dulu pernah dikagumi, dan....  lagi-lagi atas nama CANTIK sudah mulai menjauh dari benakku. Perlahan, tapi nampaknya pasti. 
Bisa juga diinterpretasikan bahwa cantik itu 'busuk'
yang cantik yang juga kotor

Kini, dimataku putih itu tidak lagi bersih
tapi putih itupun memudar.
Seperti yang dinyanyikan Syahrini 'sesuatu'
Ya, Sesuatu telah menarik pandanganku yang kelabu alias abu-abu sekian lamanya 

bersambung...

Pengaduan hati yang terluka


Bersabarlah...

Duhai hati yang sedikit sensi
Tahanlah sekejap saja
Jangan biarkan iblis menemanimu kala ini
Bukankah sudah jelas ia musuh nyata bagimu?


Bersabarlah...

Hati yang sedang terluka
Ku tahu sesuatu yang  mengusikmu
Tapi, abaikanlah dia... 
Biarkan dia dengan 'ketahuan'nya
Biarkan dia dengan 'ketinggian'nya
Biarkanlah dia dengan 'kesenangan'nya
Bukankah dia yang jauh 'lebih' darimu?


Duhai Allah yang senantiasa memperhatikan
Engkaulah saksi dari segala
Jika mataku ter'tutup' karena iniitu tidak mata-Mu
Jika tanganku ter'ikat' karena iniitu tidak tangan-Mu
Kaulah penentu-Nya 

Duhai hati yang 'merasa'
Bertemanlah dengan hati-Nya
Sapalah Dia dengan tulusmu

dan, bersabarlah karena-Nya

Saturday, March 24, 2012

Merawat Bahasa Indonesia

Dari tiga butir Sumpah Pemuda, mungkin sumpah ketiga yang tidak banyak mengandung masalah.
Kita mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Namun, tanah yang satu itu sudah banyak yang dikuasai oleh pihak luar negeri, lebih banyak untuk kepentingan mereka dibandingkan dengan untuk kepentingan anak bangsa (kecuali segelintir pejabat dan pengusaha). Kesatuan wilayah Tanah Air itu kita pertahankan dengan kekerasan terhadap anak bangsa di sejumlah tempat yang memprotes ketidakadilan.
 
Kita mengaku berbangsa yang satu, yaitu bangsa Indonesia, tetapi rasa berbangsa satu itu kian menipis. Sejumlah daerah ingin melepaskan diri dari bangsa Indonesia karena merasa diperlakukan tidak adil.
Kondisi bangsa kita amat menyedihkan sehingga makin banyak yang mengatakan bahwa kita adalah �bangsa kuli dan kulinya bangsa-bangsa�. Jarang ada tulisan yang bernada positif tentang kondisi bangsa Indonesia.
Kita bertekad bahwa sebagai putra dan putri Indonesia, kita akan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Tampaknya butir ketiga dari Sumpah Pemuda itulah yang masih tersisa dari ketiga butir Sumpah Pemuda. Memang ada sejumlah masalah dalam perkembangan bahasa Indonesia, tetapi secara keseluruhan masih bisa dianggap baik.

Pilihan yang tepat
Semula Mr Mohammad Yamin mengusulkan bahasa Melayu, bukan bahasa Indonesia, dengan alternatif bahasa Jawa. Namun, Sanusi Pane menolak. Menurutnya, bahasa persatuan bagi nusa dan bangsa Indonesia haruslah bahasa Indonesia, bukan bahasa Melayu ataupun bahasa Jawa.
Pilihan para pemuda terhadap bahasa Melayu sebagai bahan baku bahasa Indonesia adalah pilihan yang tepat. Kebesaran jiwa para pemuda dari suku Jawa untuk tidak mengusulkan bahasa Jawa perlu dihargai. Para cendekiawan dari berbagai daerah di Nusantara itu memahami bahwa bahasa Melayu adalah lingua franca yang betul-betul hidup di seluruh wilayah Nusantara.

Dari prasasti yang ditemukan di Palembang, Sumatera Selatan, (683 Masehi), dapat diketahui bahwa bahasa Melayu (kuno) sudah digunakan sebagai alat komunikasi masyarakat pada saat itu. Prasasti itu menggunakan bahasa Melayu kuno dalam tulisan menggunakan aksara Pallawa. Karena Kerajaan Sriwijaya punya pengaruh luas di Nusantara, warga di wilayah Nusantara yang berinteraksi dengan Sriwijaya juga memakai bahasa Melayu.
Sriwijaya maju dalam kesusastraan dan ilmu pengetahuan (agama). Pada abad XIV, Kerajaan Malaka merdeka. Malaka punya pengaruh besar pada wilayah timur Nusantara. Penyebaran bahasa Melayu sejalan dengan penyebaran agama Islam. Namun, perkembangan bahasa Melayu tidak menghilangkan bahasa daerah.

Penjajah Belanda mengalami kesulitan berkomunikasi dengan warga di berbagai daerah yang punya dialek lokal. Satu-satunya pilihan adalah menggunakan bahasa Melayu. Menurut Brugmans, yang dikutip dalam buku Suhendar (1998), bahasa Melayu digunakan Belanda untuk mengadakan perjanjian dengan raja-raja taklukan, penyebaran agama Kristen, dan komunikasi antara penduduk pribumi dan Belanda.
Memang ada upaya dari Prof Kem pada 1890 untuk menghambat perkembangan bahasa Melayu. Dia menyerukan dibentuknya lembaga propaganda bahasa Belanda untuk meningkatkan derajat sosial bangsa Bumiputera dengan berbahasa Belanda dan juga derajat pekerjaan mereka.

Bukan tanpa masalah
Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa pengikat dan bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia. Sutan Takdir Alisjahbana menyebutnya sebagai salah satu mukjizat abad ini.
Bahasa Indonesia telah ditetapkan oleh UUD 1945 menjadi bahasa negara. Di beberapa negara, bahasa Indonesia telah dipelajari. Namun, tidak berarti bahwa keberadaan bahasa Indonesia bukan tanpa masalah.
Pada 2010, kita membaca berita bahwa banyak ketidaklulusan siswa SMA/MA/SMK dalam ujian nasional disebabkan oleh kegagalan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Fakta itu menunjukkan bahwa mutu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia amat rendah sehingga tidak mampu memberi kemampuan minimal untuk bisa lulus.
Perlu dikaji apakah hal itu terjadi karena kurikulum yang ada atau memang karena rendahnya mutu guru. Pelajaran Bahasa Indonesia tak mendapat perhatian memadai dari siswa dan juga guru-guru. Jarang kepala sekolah yang memperhatikan rendahnya angka siswa dalam ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Salah satu faktor yang mengganggu perkembangan bahasa Indonesia ialah pengaruh �bahasa gaul�. Kalau itu dilakukan dalam bahasa lisan, SMS, Twitter, atau dalam pertunjukan di panggung dan televisi, masih bisa kita pahami. Namun, ternyata di dalam tugas mahasiswa dan makalah juga digunakan bahasa gaul semacam itu.

Kalau praktik semacam itu terus dibiarkan, kita khawatir kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar oleh para tamatan universitas akan menurun. Kalau hal tersebut terus terjadi, bukan tidak mungkin suatu hari kelak kita sulit memahami laporan yang ditulis oleh para sarjana lulusan perguruan tinggi di negeri ini.
Kebiasaan buruk lain ialah kegemaran menyerap bahasa asing, khususnya Inggris, di dalam percakapan sehari-hari atau pidato oleh para pejabat, termasuk (maaf) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan untuk kata-kata yang sudah ada dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, kita juga memakai kata-kata Inggris. Misal kata �klir� dalam kalimat, �Masalah itu sudah klir.� Bukankah kita bisa memakai kalimat, �Masalah itu sudah jelas.� Kita tentu tidak bisa menghindar dari menyerap kata asing, tetapi hendaknya hal itu dilakukan jika memang benar-benar terpaksa.

Rendahnya minat terhadap bahasa Indonesia sedikit banyak akan berpengaruh terhadap minat baca. Studi 0rganization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2006 menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak-anak Indonesia baru mencapai angka 392, jauh di bawah kemampuan rata-rata negara-negara OECD yang ada di angka 492.

Kalau bangsa kita kurang banyak membaca bahan bacaan yang bagus, bisa kita bayangkan seperti apa jadinya bangsa ini di masa depan. Karena itu, kita perlu berjuang untuk merawat bahasa Indonesia sebagai salah satu nikmat dan anugerah Allah kepada bangsa Indonesia. Juga perlu berjuang menumbuhkan minat baca untuk meningkatkan budaya keberaksaraan bangsa.

oleh  Salahuddin Wahid

Wednesday, March 21, 2012

Kenalkah Anda dengan Sihr 'Arif?

Kenalkah Anda dengan Sihr 'Arif? 
Ya...
Dialah penulis buku yang berjudul KAIFA NAJAHA HAULAI WA LIMADZA YAFSYALU AKHARUNA yang juga sudah dialihbahasakan kepada bahasa Inggris dengan judul STRUGGLE FOR SUCCESS. Menurut saya pribadi, buku ini layak untuk dibaca.

Sihr 'Arif memulai dengan pertanyaan bagaimana mereka sukse dan mengapa mereka gagal?
Itulah pembuka alias mukadimahnya yang berada dibaris paling atas. Namun, Sihr 'Arif juga langsung memberikan pandangannya tentang pertanyaan di atas. Jawaban simple-nya adalah orang sukses itu memiliki keinginan, sedangkan yang lainnya menyerah pada kegagalan.

Nah, termasuk yang manakah Anda?
yang memiliki keinginan atau 
menyerah pada kegagalan?
Tepuk dada tanya selera
hehehehehe

Tidak tanggung-tanggung, Sihr 'Arif memperkenalkan nama-nama yang sudah tidak asing lagi seperti Ali An-Nai'mi, Oprah Winfrey, Wilma Rudolp, Husain Sajwani, Lee Myung Bak dan banyak lagi orang  terkenal lainnya.

Penasaran? 
Bacalah!


Tuesday, March 20, 2012

lama tak jumpa

Hmmm ...
tepat dan tak salahlah judulnya 'lama tak jumpa'
memang pun...
sudah lama tak jumpa
apa kabar?

Hmmm...
bolehlah diikuti dengan bait di bawah
yang menampakkan betapa
aku...
Hmmm...

Buah pauh delima batu
Anak sembilang di tapak tangan
Biar jauh beribu batu
Hilang di mata di hati jangan

Buah langsat disambar elang
Mari hinggap di di pohon berangan
Sungguh jasad sudah hilang
Memori indah jadikan kenangan (dikutip dari blog Prof.)

salam rindu  buat orang tersayang dan yang menyayang :)


Kebanggaan Berbahasa Indonesia Mulai Luntur

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Penddidikan dan Kebudayaan Agus Dharma mengatakan penggunaan Bahasa Indonesia harus dilestarikan dan dikembangkan.
Namun, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar justru dapat tantangan dari warga iIdonesia sendiri yang kini cenderung lebih bangga berbahasa asing.
 
"Makin marak penggunaan bahasa asing di media massa dan ruang publik. Kita perlu gerakan pemartabatan kembali bahasa indonesia sebagai lambang jati diri bangsa," kata Agus dalam puncak acara Bulan Bahasa 2011 serta Gerakan Nasional Cinta Bahasa Indonesia yang digelar Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Jakarta, Jumat (28/10/2011).
Menurut Agus, kepada masyarakat dan khususnya generasi muda, perlu ditanamkan kembali perasaan cinta terhadap bahasa indonesia. "Kalau kita malu jika penguasaan bahasa asing jelek, sudah seharusnya kita semua lebih malu lagi karena tidak menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar," jelas Agus.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti, mengingatkan bahasa indonesia wajib dipakai dan dilestarikan.
Sebab, bahasa indonesia merupakan jati diri bangsa, kebanggan nasional, sarana pemersatu, dan sarana komunikasi. Pada puncak peringatan Bulan Bahasa 2011 tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggelar berbagai lomba dan penilaiaan tentang penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar untuk perorangan maupun institusi.
Penghargaan diberikan pada 10 media massa cetak yang dinilai menggunakan bahasa indonesia yang baik. Selain itu, ada juga penghargaan untuk daerah yang penggunaan bahasa indonesianya baik. Daerah yang menjadi percontohan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar adalah Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Sulawesi Tenggara.
Ada pula penghargaan kepada institusi atau perusahaan yang dinilai berkomitmen menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Penghargaan ini diberikan pada PT Angkasa Pura II, Hotel Borobudur Jakarta, dan PT Carefour Indonesia.
Penghargaan lainnya yang berskala nasional diberikan untuk kategori penulisan cerita pendek remaja, penulisan puisi siswa SD dan MI, lomba blog kebahasaan dan kesastraan, pemilihan duta bahasa 2011, lomba keterampilan berbahasa indonesia bagi peserta penutur asing, serta penulisan proposal penelitian kebahasaan, kesastraan, dan pengajaran bagi mahasiswa.

Ester Lince Napitupulu | Robert Adhi Ksp | Jumat, 28 Oktober 2011 |

bagaimana pandangan Anda?

 

I know you are there


I know you are there
Little bird,
Covered by rich green, talking to the tree
Yes, a talking tree!

... I know you are hiding
Little ant,
Under the solid brown, listening to the song
Yes, the singing earth!


I know you are relaxing
Tiny drop of rain,
Inside the airy white, hearing the laugh
Yes, a laughing cloud!

I know you are dancing
Little bee,
Beside fresh colors, joining a prayer
Yes, a praying flower!

I know you are breathing
Little fish,
Deep in the wide blue, amazed by stories
Yes, the Historian Ocean!

I am sitting in my room
Seeing you all in the heart of my eye
Praising the work of God
Wishing to add more before I die

Talking tree
Singing earth
Laughing cloud
Praying flower; and
Historian Ocean
Let me join you, and be sublime
Praising Allah till the end of our time!


By Sis Zoya Ahmad

ada apa dengan kemarin?


Ya...
ada apa dengan kemarin?
yang masih mengejarku sampai kini
yang menyisakan kesakitan yang tak kutahu asal muasalnya
yang akhirnya membawaku singgah di katil pembaringan RS
sungguh tak kusadari asal usulnya
adakah yang salah kutelan
ataukah yang kuteguk

  kemarin?
entahlah
ataukah STRESS yang melanda otak dan kepalaku
yang memang sedikit berat akhir minggu ini
owh tidak...
jangan sampai itu yang jadi musababnya
entahlah, jawaban apa yang bisa kubariskan
Namun, ku yakin Dia sudah Tahu sesuatu yang tersembunyi dari pandanganku
Dia sudah mengatur apa yang baik dan apa pula sebaliknya

Hari ini, dua kelas sudah kubatalkan karena ketidakberdayaanku
masih lagi hari ini, ada sesuatu (masalah) yang mengganjal pikiranku walaupun nyatanya bukan tanggungannku
hari ini, harus menyelesaikan yang diminta kemarin
karena hari ini adalah kini
bukan kemarin ataupun esok
Ya, hari ini sudah banyak sekali panggilan telepon (juga sms) masuk yang
boleh dikatakan menambah beban dipundakku
Hari ini, Dr pun berkesempatan menyampaikan diagnosanya yang
akhirnya tidak dibenarkan

Kemarin adalah sudah
Kini adalah sedang
dan
Esok adalah akan

Ya, semuanya sudah Kau atur dengan sangat detil tanpa cacat
kemarin, kini dan esokku yang berada digengagaman-Mu

Emma Sulaiman
071020112157