Tuesday, January 31, 2012

Biar tak dapat orangnya asalkan ilmunya dalam genggaman hehehe

Hari ini, akupun tidak tahu mau dikatakan sebagai apakah kau? Mulai dari teman, adik dan tempatku bercerita (atau apa sajalah panggilannya) telah berhasil (berjaya kata orang Malaysia) membuatkan Blog untukku. Hmmm dia memang sudah kukenal sebagai orang yang tidak mudah menyerah. Jika ada sesuatu tidak bisa diselesaikan hmm dia pasti penasaran dan pasti tidak bisa tidur nyenyak malam harinya (hehehehe). Begitu jugalah dengan blogku ini, beberapa kali  dia mencoba untuk membuatnya tapi tidak berhasil dan dia tidak pernah menyerah, coba lagi lagi dan lagi. Alhamdulillah, dia berhasil membuatnya hari ini. 



Terima kasih saudaraku!
Kau selalu ada untukku, kau mungkin lebih baik mengenalku daripada aku mengenal diriku sendiri. Kau selalu memberiku, dia dan mereka semangat ataupun motivasi. Walaupun pada masa yang sama kau sedang dirundung masalah yang amat dan teramat berat kalau ku pikul. Namun, kau tidak pernah menunjukkan itu pada semua, termasuk aku. Hari ini kau pun membuktikan, biarlah tidak dapat orangnya tapi ilimunya kau kuasai. Walaupun ilmu dan bidang yang kau ajarkan tidak ada sangakut pautnya dengan IT tapi ilmu'nya'sudah dalam genggamanmu. Selamat kawan! Aku bangga padamu!

Mahaguru Tercinta Prof. Dr. Idris Aman. Saya bangga menjadi 'anakmu'

Alhamdulillah ya Rabb
Mahaguruku tercinta tengah mendulang bahagia pada masa ini dan semua itu berkat rahmat dan karunia yang Kau berikan kepadanya. Hari ini, aku bahagia mendengar berita dari seroang rakan yang bernama sensei Lydia Erra yang mengatakan bahwa mahaguru kami (yang sama-sama dibimbing oleh beliau) telah mendapatkan gelar Professor penuh. Jadi, lengkap sudahlah gelar mahaguru kami daripada Prof. Madya kepada Prof. Dr. Idris Aman.



Prof. terima kasih atas semua yang kau berikan kepada muridmu ini. Tanpa semua ilmu, bimbingan, senyuman dan kasihmu selama saya menjadi 'anakmu' saya bukanlah siapa-siapa dan belum tentu menjadi apa sekarang. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepadamu untuk berkarya dan berkarya lagi. amin ya Rabb.

Prof. saya bangga menjadi 'anakmu'. Semoga saya juga bisa mengikuti jejak langkahmu, amin...


Muka Ninja hahaha

Hari ini, Selasa 31 Januari 2012. Seperti hari biasanya, saya ke kampus untuk menjalankan rutinitas yang perlu dikerjakan walaupun dalam keadaan yang berbeda daripada hari biasanya karena saya sakit tenggorokan dan flu juga ikut menyerang. Kalau sudah flu saya terbiasa menggunakan / memakai masker ke kampus. Hmmm selain untuk menghindari kuman juga untuk menghindari agar orang lain tidak ikut terserang flu yang saya rasakan (jika orang tersebut mudah terkontaminasi juga hahahaha). 
Sewaktu saya menemani teman ke BAIT untuk mendaftar agar bisa wifi kampus, saya bertemu dengan salah satu teman yang kuliah di Universiti Kebangsaan Malaysia. Pada mulanya, dia tidak mengenali saya dan sewaktu saya tegur dia pun ingat siapa saya dan spontan saja langsung meluncur dimulutnya leksikal NINJA. Setelah itu, saya pun langsung ke klinik atau pusat kesehatan yang jaraknya tidak jauh dari FKIP dan saya langsung menemui seorang Dokter yang sebelumnya sudah pernah saya temui (hari Kamis minggu lalu). Ada apa lagi kata dokter itu? Saya pun mulai menyampaikan keadaan yang sebenarnya (perasaan baru minggu lalu datang ya, barangkali itu yang ada dibenak sang dokter hahaha). Saya sakit tenggorokan dan flu dokter... dengan gaya yang sedikit memelas :) Setelah selesai berobat saya dan teman saya Hermaliza langsung ke FKIP. Sekitar pukul 14.00 saya ditegur lagi oleh seorang teman yang ada di ruang dosen dengan leksikal yang sama yaitu NINJA. Hmmmm inilah cerita Muka Ninja untuk hari ini...hahaha


Monday, January 30, 2012

Cerita Lalu

oleh Emma Sulaiman pada 4 Oktober 2011 pukul 10:11
Semangat Emma!!!

Cerita itu masih terekam nyata dimemoriku.
Suatu hari (pastinya sudah berlalu heeee), aku dan kakakku sedang dalam perjalanan pulang dari pasar. Tiba-tiba ada seorang ibu alias tetangga yang tidak begitu jauh jarak rumahnya dari rumahku mengajukan beberapa pertanyaan dan pandangannya.



Ibu itupun bertanya, "Jadi kamu masuk SMA (Sekolah Menengah Atas) Ma?" katanya.
Akupun langsung menawab dengan semangat, "Insya-Allah, jadi bu".
Tidak lama ibu itu kembali menegaskan pendapatnya, "kalau hanya tamat SMA (tidak akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau PT) lebih baik tidak sekolah saja" tambahnya.

Aku berpikir sejenak dan tak lama kemudian mengutarakan keinginanku.
"Insya-Allah, aku akan kuliah dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi",  jawabku.
"Sekolah tinggi-tinggi akhirnya ke dapur juga", tambah si ibu dengan gayanya yang khas :)
"Itu memang tak dapat dielak lagi bu, memang sudah seharusnya" imbuhku.

"ya, kita lihat saja nanti"  si ibu berusaha mengakhiri percakapan.
"ya, terima kasih bu" balasku coba menutup perbincangan singkat tadi.

Terima kasih bu, dengan kata-katamu itu aku bertambah  semangat  untuk menggapai ilmu pengetahuan. Jujur saja, sampai saat ini masih belum puas dan ingin sekali melanjutkan ke jenjang S3 (Doktor), semoga saja Allah tidak bosa dengan permintaan dan keinginanku yang baaaaanyak :)